Profile

 

KEBIJAKAN SPMI

A. PENDAHULUAN

Perkembangan zaman mengharuskan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Faletehan mengembangkan paradigma akademik baru dalam bentuk perumusan kebijakan akademik, yang mampu mengantisipasi berbagai perubahan global yang sedang terjadi. Berbagai pandangan, dasar berpikir, pembuatan keputusan, dan upaya pengembangan secara sistematik perlu diperhatikan dalam merumuskan arah kebijakan akademik STIKes Faletehan.

Pengembangan pendidikan/pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat atau dikenal sebagai Tridharma Perguruan Tinggi harus didasarkan pada telaah kritis (critical appraisal) dan bukti ilmiah (evidence-based) yang mengarah pada   penguasaan kompetensi dan   dampak  produk. Pengelolaan kegiatan akademik di STIKes Faletehan juga mengarah pada keseimbangan dan proporsionalitas pemberian kewenangan yang sentralistik (topdown) dan desentralistik atau otonomi (bottomup) program studi. Penyelenggaraan dan pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2003 tentang Sistem Nasional Penelitian, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2015 tentang standar Nasional pendidikan tinggi (SN-DIKTI), Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang (KPPTJP), yang menetapkan bahwa pengembangan  kualitas berkelanjutan dapat didorong dengan otonomi yang berjati diri dalam bingkai akuntabilitas yang diaktualisasikan melalui akreditasi dan dilandasi evaluasi diri untuk mencapai kompetensi serta kesantunan.

Baku pengembangan kualitas harus dapat dinyatakan. Keberhasilan kinerja harus dapat diukur dengan mengacu pada RAISE-LEAP (Relevance, Academic Atmosphere, Internal Management and Organization, Sustainability, Efficiency, Leadership, Equity, Accessability, and Partnership). Atas dasar pemikiran itulah, STIKes Faletehan memandang penting untuk menyusun suatu cetak biru (blueprint) arah penyelenggaraan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi dalam bentuk Kebijakan Akademik (Academic Policy) STIKes Faletehan, yang memuat konsepsi dasar Sekolah Tinggi yang menyeluruh untuk mengelola dan mengembangkan tatanan perangkat berpikir (brainware), perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan tugas  dan kewajiban  Sekolah Tinggi, serta mampu menciptakan sistem kecerdasan terintegrasi dan komprehensif (integrated and comprehensive intelligence) yang meliputi kecerdasan spiritual (SQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan intelektual (IQ )dalam pembuatan keputusan perencanaan dan tindakan cerdas dalam upaya perwujudan visi, misi, dan tujuan STIKes Faletehan.

 

B.KEBIJAKAN

  1. STIKes Faletehan sebagai bagian dari komunitas global mampu berpartisipasi aktif dalam upaya pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s) melalui pembangunan masyarakat dunia yang berkelanjutan (global sustainable development), khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penyiapan sumberdaya manusia yang berkualitas dalam lingkungan masyarakat pembelajar (learning society) dan masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional diharapkan mampu menjadi akselerator  dan  dinamisator  pembangunan  kesehatan masyarakat,    khususnya dalam     pelaksanaan berbagai upaya kesehatan  promotif,  preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
  2. STIKes Faletehan adalah salah satu Perguruan Tinggi yang bergerak di bidang kesehatan yang didirikan dengan semangat kemandirian oleh Badan Penyelenggara Pendidikan, Pelatihan, dan Pelayanan Kesehatan Faletehan (BP4KesFA).Atasdasar itu dengan menggunakan wibawa akademik dan jati dirinya, STIKes Faletehan harus mampu menjamin terselenggaranya kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan dengan memperhatikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan etika keilmuan dengan menghindari terjadinya tindakan tercela (misconduct) di kalangan civitas akademikanya.
  3. STIKes Faletehan sebagai ‘Kampus Inovasi’ bertekad untuk secara konsisten mengembangkan berbagai inovasi dalam tata kelola institusi penyelenggaraan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi sebagai bagian dari Perguruan Tinggiyang Terpercaya serta berpartisipasi aktif sebagai mitra strategis Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Serang dalam perencanaan, penyelenggaraan, dan pengawasan pembangunan.
  4. STIKes Faletehan berperan serta aktif dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan keilmuan khususnya dalam ruang lingkup ilmu-ilmu kesehatan yang hasilnya dimanfaatkan secara terintegrasi dalam setiap kegiatan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan kesehatan.
  5. STIKes Faletehan melaksanakan pengelolaan otonomi perguruan tinggi yang akuntabel berdasar asas keadilan dan keterbukaan, memanfaatkan kecerdasan dan kebijakan kolektif seluruh sivitas akademikanya, dengan sasaran terwujudnya budaya dan sistem manajemen mutu yang menyeluruh (total quality culture and system management).
  6. STIKes Faletehan secara konsisten harus melakukan inovasi, integrasi antar bidang ilmu, sinergi lintas bidang, mengembangan pendidikan dan sistem penjaminan mutu (quality assurance) pendidikan tinggi secara bertahap, terstruktur,dan menuju standar internasionaluntuk menghasilkanlulusan yang berdaya saing secara global.
  7. STIKes Faletehanmengarahkan  seluruh  kegiatan  penelitiannya  untuk pengembangan keilmuan, mendorong peningkatan pelayanan kesehatan dan reformasi sistem kesehatan nasional serta tidak melupakan pengembangan hasil karya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara bebas (public domain), dengan memperhatikan ketersediaan sumberdaya, kelestarian lingkungan, kemajuan iptek, serta pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi mutakhir.
  8. STIKes Faletehan  melaksanakan pengabdian  kepada  masyarakat  yang merupakan perwujudan dari kesadaran interdisipliner berdasarkan hasil penelitian untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan aktual di tengah-tengah masyarakat, baik dibidang keperawatan, kebidanan, dan kesehatan masyarakat pada umumnya.
  9. STIKes Faletehan mengelola proses penyelenggaraan akademik secara jelas, terbuka, dan terkendali dalam sistem penyelenggaraan perguruan tinggi yang baik (good governance) sesuai Rencana Strategis 5 Tahunan yang disusun oleh institusi  bersama unit-unit kerjanya secara harmonis, sinergis, dan dialogis berdasarkan hasil evaluasi diri, audit internal dan eksternal, benchmarking, serta mempertimbangkan masukan Senat Akademik sebagai kelompok pemikir, pihak-pihak yang berkepentingan lainnya (stakeholder) dan Yayasan penyelenggara (shareholder).